Home / Nasional / Poso

Selasa, 30 Agustus 2022 - 13:35 WIB

Komnas HAM Soroti Penyelesaian Kasus 3 Warga di Poso Diduga Jadi Korban Salah Tembak

Ilustrasi penembakan/Ist

Ilustrasi penembakan/Ist

HARIANSULTENG.COM, POSO – Kasus pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo turut membuat beberapa peristiwa serupa kembali mencuat.

Di antaranya seperti kasus KM 50 di Tol Cikampek yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

Sementara di Sulawesi Tengah (Sulteng), kasus tewasnya 3 warga di Poso diduga jadi korban salah tembak turut menjadi sorotan.

Insiden itu pun kembali di singgung Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik.

Taufan pertama-tama menyinggung penembakan terhadap Qidam Alfariski Mowance, seorang pemuda berusia 20 tahun.

Qidam meregang nyawa setelah terkena tembakan karena diduga sebagai teroris jaringan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Pria asal Desa Tambarana itu tewas tertembak saat melintas di belakang Polsek Poso Pesisir Utara pada 9 April 2020 lalu.

Namun dari hasil investigasi Komnas HAM, Taufan memastikan bahwa Qidam merupakan warga sipil dan bukan teroris seperti dugaan aparat.

“Dua tahun lalu, MUI Pusat melapor ke Komnas HAM bahwa ada peristiwa remaja di Sulteng, namanya Qidam. Dia diduga sebagai teroris lalu ditembak. Investigasi kami kejadiannya tidak begitu, ada penyiksaan dulu baru ditembak karena bukti-bukti yang kami temukan (luka sayatan),” kata Taufan dalam tayangan YouTube Indonesia Lawyers Club, dikutip Selasa (30/8/2022).

Baca juga  8 Rumah Rusak di Desa Tokilo Poso Akibat Angin Puting Beliung

Dua bulan pascakejadian itu, kejadian serupa juga dialami dua orang petani masing-masing bernama Syarifudin dan Firman pada 2 Juni 2020.

Sama seperti Qidam, keduanya meninggal akibat mengalami luka tembak karena diduga sebagai teroris saat beraktivitas di kebun.

“Kasus Qidam sampai sekarang tidak terselesaikan, padahal rekomendasi Komnas HAM itu jelas harus pidana. Dua orang setelah itu juga ditembak mati, dengan tuduhan mereka ini anak buah Ali Kalora. Setelah kami selidiki, tak ada hubungannya, mereka petani biasa. Kasusnya juga tidak terselesaikan,” ungkapnya.

Taufan sebelumnya melakukan kunjungan ke Poso dan bertemu Ustad Adnan Arsal, seorang tokoh agama di daerah itu.

Selain mempertanyakan kasus dugaan salah tembak, Ustad Adnan mengaku heran dengan model operasi aparat dalam memburu kelompok MIT.

Baca juga  Saat Kelalaian Polisi Merenggut Nyawa Warga di Poso

Kepada Taufan, Ustad Adnan menerangkan bahwa jumlah anggota MIT saat ini tersisa satu orang namun harus melibatkan ribuan aparat keamanan.

“Saya baru saja ke Poso. Para penduduk di sana nanya gimana kasus-kasus tempo hari. Kemudian Ustad Adnan katakan ini terorisnya tinggal satu orang di gunung, tapi satgasnya kok seribu. Laporan ini juga sudah saya sampaikan ke Pak Menko. Kan ada keanehan-keanehan ini, kok ngejar satu orang sampai seribu orang satgasnya,” ujar Taufan.

Dari deretan kasus tersebut, ia mengatakan bahwa praktik kekerasan dan penyiksaan telah menjadi persoalan serius di tubuh Polri sejak lama.

Padahal, kata Taufan, Komnas HAM dan Kapolri telah menjalin MoU agar persoalan tersebut dapat dicegah.

“Saya hampir 5 tahun dan tinggal 3 bulan lagi periode saya. Catatan saya dari tahun ke tahun memang ada persoalan serius di kepolisian, yaitu kekerasan dan penyiksaan. Kami melihat praktik itu belum reda,” ungkapnya. (Sub)

Share :

Baca Juga

Pengawalan Paspampres saat Wakil Presiden Ma'ruf Amin berkunjung ke Ponpes Alkhairaat Jl Sis Aljufri, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Kamis (6/1/2022)/hariansulteng

Nasional

Kunjungan Perdana ke Alkhairaat sebagai Wapres, Begini Paspampres Kawal Ma’ruf Amin
Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo/Ist

Nasional

Suruh Bharada E Habisi Nyawa Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati
Zinidin Zidan/Instagram @zinidinzidan_real

Nasional

Akui Kena Mental, Zidan 5 Hari Tak Bisa Tidur Hingga Muntah Gegara Kepikiran Hujatan Netizen
Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank Emas dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu (26/02/2025)/Ist

Nasional

Resmi Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia
Pratama Arhan/Instagram @pratamaarhan8

Nasional

Bakal Direnovasi, Begini Potret Rumah Pratama Arhan Berdinding Papan dan Berlantai Tanah
Atalia Praratya dan Emmeril Kahn Mumtadz (Eril)/Instagram @ataliapr

Nasional

Jenazah Eril Ditemukan, Istri Ridwan Kamil: Alhamdulillah Allahu Akbar
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi mendukung pasangan Ahmad Ali (AA) dan Abdul Karim Aljufri (AKA) di Pilgub Sulteng 2024/Instagram @psi_id

Nasional

PSI Resmi Dukung Ahmad Ali Maju Pilgub Sulteng, Kaesang: Beliau Calon Terkuat
Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo/Ist

Nasional

Kasasi MA Anulir Hukuman Mati Ferdy Sambo Jadi Penjara Seumur Hidup