Home / Palu

Rabu, 11 Januari 2023 - 21:16 WIB

Ketua Pansus Rehab Rekon DPRD Palu Beberkan Dilema dalam Penanggulangan Bencana

Anggota DPRD Palu, Moh Syarif/hariansulteng

Anggota DPRD Palu, Moh Syarif/hariansulteng

HARIANSULTENG.COM, PALU – Sebagian penyintas gempa di Kota Palu kini terusir setelah empat tahun mendiami hunian sementara (huntara) di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Palu, Moh Syarif meminta agar Pemerintah melakukan cek ulang (cross check) data penyintas di Layana.

“Apakah masyarakat yang di huntara ini benar-benar penyintas? Kita perlu cross check data penyintas di Layana. Kita ingin memastikan bahwa mereka benar-benar memiliki hak atas huntap,” ujarnya kepada HarianSulteng.com, Rabu (11/1/2023).

Politikus Partai Gerindra itu menyadari bahwa seluruh proses penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab penuh dari pemerintah.

Akan tetapi, pelaksanaan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascagempa 2018 mesti berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Syarif menilai pemerintah sebagai pemangku kebijakan selama ini sudah menunjukkan komitmennya untuk memenuhi hak para penyintas khususnya penyediaan hunian tetap (huntap).

Baca juga  Demo Sambut 4 Tahun Pascagempa, Penyintas Kompak Singgung Dana Hibah Rp 14 Miliar

“Tahapan dana stimulan sudah selesai, sebagian penyintas juga sudah mendapat huntap yang dibangun Buddha Tzu Chi. Baru-baru ini telah mulai pembangunan Huntap Tondo II, jadi masyarakat yang belum mendapatkan huntap diminta bersabar,” imbuhnya.

Selaku ketua Pansus Rehab Rekon DPRD Palu, Syarif juga mengaku banyak dilema yang dirasakan dalam penanganan pascabencana.

Sebab, ia mengetahui sebagian besar penyintas yang bertahan di huntara Kota Palu tidak memiliki alas hak atau sertifikat rumah.

Sementara, kata dia, sertifikat rumah menjadi salah satu syarat utama untuk mendapatkan huntap dari pemerintah.

Jika warga tanpa alas hak diberikan huntap, Syarif justru khawatir hal itu berpotensi lahirkan masalah baru di tengah masyarakat.

“Kami sedih, prihatin dan memahami kondisi masyarakat. Tapi ada dilema yang sangat kita rasakan. Semua warga Palu menjadi korban dari bencana. Jika sebagian penyintas yang tidak memiliki sertifikat mendapat huntap, bagaimana dengan penyintas yang bernasib sama. Ini bisa menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Baca juga  Cerita Penyintas Gempa Palu Mulai Bayar Sewa Huntara Rp 150 Ribu Per Bulan Usai Pilkada 2020

Syarif tak mempersoalkan jika para korban bencana menggelar aksi demonstrasi seperti yang dilakukan penyintas Layana baru-baru ini di Gedung DPRD Sulteng.

Massa tergabung dalam Forum Penyintas Layana mengadukan kejelasan nasibnya setelah terusir dari huntara.

Kepada DPRD Sulteng, massa aksi menawarkan lahan seluas lebih dari satu hektare seharga Rp 400 juta untuk lokasi pembangunan hunian baru bagi mereka.

Pada kesempatan itu, sejumlah anggota DPRD Sulteng menyumbangkan dana pribadi untuk biaya pembebasan lahan bagi penyintas Kelurahan Layana Indah.

“Demonstrasi menjadi hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat. Anggota dewan yang turut menyumbang itu manusiawi dan sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya,” jelas Syarif. (Anw)

Share :

Baca Juga

Kapolsek Palu Selatan, AKP Kasim Bohari memberi keterangan pers terkait bentrokan warga Nunu dan Anoa, Rabu (22/7/2026). (Foto: Istimewa)

Palu

Polisi Pastikan Situasi Nunu-Anoa Kondusif Pascabentrok, Warga Diimbau Tak Terprovokasi
Dilepas Longki Djanggola, Hidayat-Anca naik mobil jip terbuka daftar ke KPU Kota Palu, Rabu (28/8/2024)/hariansulteng

Palu

Dilepas Longki Djanggola, Hidayat-Anca Naik Mobil Jip Terbuka Daftar ke KPU Kota Palu
Nilam Sari Lawira di acara kampanye Ahmad Ali, Selasa malam (19/11/2024)/Ist

Palu

Ahmad Ali Tatap Muka dengan Tetangga, Nilam: Kalau Sudah Dicintai Masyarakat Harus Amanah
Ilustrasi - Ikan mola-mola/KKP

Palu

Kemunculan Ikan Langka Mola-mola di Teluk Palu Ramai Dikaitkan dengan Bencana, Ini Kata BMKG
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menerima kunjungan pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Tengah di ruang kerjanya, Rabu (23/04/2025)/Pemkot Palu

Palu

Bangun Sinergi dan Kolaborasi, IAI Sulteng Temui Wali Kota Palu
Azwar Jho/Instagram @azwar.jho

Palu

Dari Pemain Bola Hingga Jadi Pemusik, Musisi Lokal Palu Azwar Jho akan Rilis Mini Album Tahun Ini
Ketua PKC PMII Sulteng, Moh Rizal/Ist

Palu

Perangi Paham Intoleran, PMII Sulteng-JPMB Gelar Dialog Moderasi Beragama Besok
Foto udara area tambang emas di Kelurahan Poboya, Kota Palu/Jatam Sulteng

Palu

Kisruh Tambang PT AKM di Poboya, Pengamat: Jangan Menambang Dulu Baru Urus Izin