Home / Palu

Jumat, 11 September 2026 - 23:54 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Palu, Korban Tempuh Jalur Hukum

Ilustrasi - kekerasan seksual/Ist

Ilustrasi - kekerasan seksual/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Seorang perempuan berusia 20 tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual di salah satu panti asuhan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Peristiwa itu terjadi pada 19 Mei 2026 dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian yang teregister dengan nomor: LP/B/592/V/2026/SPKT/POLRESTA PALU/POLDA SULTENG.

Kuasa hukum korban, Rukly Chahyadi menyebut perkara ini tidak semata-mata berkaitan dengan proses penegakan hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan dan pemulihan terhadap korban.

Menurutnya, dugaan kekerasan seksual merupakan persoalan serius karena dapat menimbulkan dampak yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis dan sosial terhadap korban.

Baca juga  Menteri PPPA dan Kak Seto Jenguk Remaja Korban Persetubuhan 11 Pria di Sulteng

Oleh karena itu, korban dan keluarganya berharap proses penanganan perkara dilakukan secara sungguh-sungguh dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah terhadap setiap pihak yang dilaporkan.

“Kami meminta agar perkara ini ditangani secara profesional, transparan, objektif, dan berorientasi pada perlindungan korban. Pada saat yang sama, kami menghormati asas praduga tak bersalah dan menyerahkan pembuktian kepada proses hukum yang berwenang,” ujar Rukly Chahyadi, Jumat (11/9/2026).

Rukly menyatakan pihaknya akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut, termasuk memastikan korban mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca juga  Kontroversi Pernyataan Kapolda Sulteng: Perlukah Kategori 'Persetubuhan' Menggantikan 'Perkosaan' dalam Kasus RO?

Ia menuturkan bahwa kasus ini kembali mengingatkan bahwa dugaan kekerasan seksual membutuhkan penanganan yang sensitif terhadap korban.

Atas dasar itu, Rukly mendorong seluruh pihak yang berkepentingan untuk mengedepankan kepentingan perlindungan korban sekaligus menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami percaya aparat penegak hukum memiliki komitmen untuk mengungkap perkara ini secara terang dan objektif. Kami akan menghormati seluruh proses hukum dan pada saat yang sama memastikan kepentingan serta hak-hak korban tetap diperhatikan,” ucapnya.

(Red)

Share :

Baca Juga

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) didukung Google News Initiative (GNI) menyelenggarakan workshop Digital Fundamental Tools for Journalists/Ist

Palu

Puluhan Jurnalis di Palu Dilatih Gunakan Tools Google
Siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Zion Palu, Jeconiah Light Ernest Hontong menjuarai olah raga O2SN SD cabang renang tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)/Ist

Olahraga

Juara 1 Cabang Renang, Jeconiah Wakili Sulteng di O2SN SD Tingkat Nasional
Wakil Wali Kota Palu, Reny A Lamadjido mengunjungi lokasi usaha bawang goreng di Kelurahan Taipa, Kamis (12/12/2024)/Pemkot Palu

Palu

Wawali Palu Kunjungi Usaha Bawang Goreng Hasil Kerja Sama Perumdam dan Kelompok Tani
Kantor Ditressiber Polda Sulteng di Jalan Teratai, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu/Ist

Palu

Ditressiber Polda Sulteng Hadir di Jalan Teratai Palu, Siap Tangani Tindak Pidana di Ruang Digital
Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira menemui pendemo dari Aliansi Mahasiswa se-Kota Palu, Senin (11/4/2022)/hariansulteng

Palu

Ketua DPRD Sulteng Tegaskan Siap Sampaikan Tuntutan Mahasiswa ke Pemerintah
Ilustrasi - Stop kekerasan terhadap jurnalis/hariansulteng

Palu

Oknum TNI Diduga Ancam Jurnalis, AJI Minta Dandim 1306/Kota Palu Transparan
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) gandeng Alfamidi sukseskan program Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)/istimewa

Palu

BNN Sulteng Gandeng Alfamidi Sukseskan Program P4GN
Koordinator KKJ Sulteng, Moh Arief (kanan) mendampingi Rian Afdhal (kiri) saat melapor ke Polresta Palu, Selasa (12/5/2026). (Foto: Istimewa)

Palu

Kadis P2KB Sulteng Dipolisikan Usai Diduga Menghina Jurnalis