HARIANSULTENG.COM, TOLITOLI – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan bantuan kepada warga korban kebakaran di Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Selasa (8/9/2026).
Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp20 juta serta puluhan paket sembako untuk 17 jiwa dari enam kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran.
Saat ini, para korban diketahui sementara mengungsi di wilayah Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan.
Sekretaris DPD PSI Kabupaten Tolitoli, Baharudin, mengungkapkan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, serta mendapat dukungan dari Ketua PSI Sulteng Agus Lamakarate dan Bendahara Umum Farid Podungge.
“Penyaluran bantuan kemanusiaan ini merupakan arahan dari Pak Ahmad Ali dan ditindaklanjuti oleh Bendahara PSI Sulteng, Farid Podungge, sebagai bentuk kepedulian PSI terhadap masyarakat yang tertimpa musibah,” ujarnya.
Baharudin berharap bantuan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban sekaligus meringankan beban mereka di tengah situasi sulit pasca kebakaran.
Senada dengan itu Ketua DPW PSI Sulteng, Agus Lamakarate menambahkan bahwa
kehadiran pengurus dan kader PSI di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen partai untuk selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.
“PSI hadir untuk rakyat. Di saat masyarakat tertimpa musibah, kita harus hadir, membantu, dan bergotong royong meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” katanya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai dukungan moral agar para korban tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Yang paling penting, kami ingin memberikan semangat kepada para korban agar tetap kuat, bangkit, dan kembali membangun kehidupan serta usaha mereka,” tutur Agus.
PSI Sulteng juga mengajak pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian dan dukungan terhadap proses pemulihan warga terdampak.
Semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat korban kebakaran melewati masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan.
“Kami berharap bantuan dan dukungan yang terus mengalir dapat mempercepat proses pemulihan serta menjadi penyemangat bagi warga korban untuk kembali menata kehidupan mereka,” pungkas Agus.
(Adv)














