Home / Morowali Utara

Minggu, 11 Februari 2024 - 15:26 WIB

Bung Jeff Bicara soal Tingginya Biaya Hidup dan Tantangan Pengembangan UMKM di Morut

Jeffisa Putra Amrullah/Ist

Jeffisa Putra Amrullah/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Kabupaten Morowali dan Morowali Utara (Morut) menjadi 2 daerah dengan upah minimum tertinggi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kendatipun demikian, Jeffisa Putra Amrullah atau Bung Jeff menilai kehidupan di Morut membawa tantangan tersendiri, khususnya soal biaya hidup yang terus mengalami kenaikan.

“Biaya kebutuhan hidup di sana (Morut) sangat mahal, walaupun upah minimumnya tinggi. Kalau biasanya harga telur 1 rak biasa Rp 40 ribu – Rp 45 ribu, di Morowali Utara bisa sampai Rp 60 ribu,” ungkap Bung Jeff, Minggu (11/2/2024).

Jeff menambahkan, kondisi ini turut mempengaruhi terhadap pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Iklim usaha di setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda-beda. Di Morut, kata dia, sebagian besar usaha yang dilakoni masyarakat sulit bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga  Bung Jeff Janji Jadikan Teluk Tomori sebagai Destinasi Wisata Dunia

“Masyarakat di sana membangun usaha bertahannya paling hanya setahun karena faktor tadi (biaya tinggi). Ketika ingin diberi bantuan peralatan, masyarakat tidak memiliki cukup modal untuk memulai usaha. Ini PR ke depan,” terang Jeff.

Jeff kini memantapkan diri untuk maju sebagai bakal calon bupati Morut pada Pilkada 2024. Menurutnya, pemerintah harus hadir untuk mengembangkan potensi ekonomi di Morut selain mengandalkan sektor pertambangan.

Ia menggambarkan jika serapan tenaga kerja 5 – 10 tahun ke depan mencapai 200.000 karyawan, maka perputaran uang di Morut bisa menyentuh angka Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun setiap bulannya.

Baca juga  Bung Jeff Tekankan Pentingnya Junjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan

“Ini baru gaji karyawan berdasarkan standar upah minimum. Sehingga saya ingin mengajak anak-anak muda untuk pandai mengelola keuangannya. Apa saja kebutuhan dasar mereka, ini yang bisa dijadikan peluang usaha,” ungkap Jeff.

“Anggap saja perputaran uang dari gaji bisa Rp 500 miliar per bulan. Sayang kalau jumlah ini tidak terkelola dengan baik. Penerima gaji ada yang menggunakannya untuk belanja, liburan dan sebagainya. Olehnya, saya juga butuh saran dari generasi muda agar kehadiran pemerintah daerah betul-betul dirasakan masyarakat,” ucapnya menambahkan.

(Jmr)

Share :

Baca Juga

Seorang buruh PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) bernama Ruly Alif Tauhid mengalami kecelakaan kerja hingga membuatnya kehilangan pergelangan tangan/Ist

Morowali Utara

Buruh PT GNI Alami Kecelakaan Kerja, Walhi Sulteng Soroti Lemahnya Pengawasan Pemerintah

Morowali Utara

Situasi di PT GNI Semakin Kondusif, Aktivitas Perusahaan Berjalan Normal
Wakil Gubernur Ma'mun Amir

Banggai

Resmi Dilantik, Wagub Sulteng Harap Terobosan IDAI Atasi Stunting
Jeffisa Putra Amrullah/Ist

Morowali Utara

Amankan Kursi DPRD Morut, Bung Jeff Kini Fokus Hadapi Pilkada 2024
Ilustrasi/Ist

Morowali Utara

Diduga karena Dendam, Kakak Beradik Bunuh Ayah Kandung di Morowali Utara
Sejumlah warga Desa Menyo'e dan tokoh adat suku Wana mendukung aktivitas PT CAS di Morowali Utara. (Sumber: Istimewa)

Morowali Utara

Kades Menyo’e dan Tokoh Adat Suku Wana Dukung PT CAS Lanjutkan Aktivitas di Morowali Utara
Ilustrasi - kekerasan seksual/Ist

Morowali Utara

2 Anak di Morut Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri Selama 5 Tahun
Bupati Morowali Utara, dr dr Delis Jurkason Hehi/Facebook Delis Djira

Morowali Utara

Bupati Morowali Utara Akui Tak Melihat Ada Kesenjangan antara TKA dan TKI di PT GNI