Home / Banggai

Kamis, 10 September 2026 - 03:07 WIB

Petinggi KFC-Indomaret di Balik Tambang Nikel Bualemo Banggai

Kaki Gunung Tompotika di Kabupaten Banggai kini menghadapi ancaman dari rencana kegiatan pertambangan nikel. (Foto: Istimewa)

Kaki Gunung Tompotika di Kabupaten Banggai kini menghadapi ancaman dari rencana kegiatan pertambangan nikel. (Foto: Istimewa)

PT Ithaca Resources didirikan dan dipimpin oleh Agoes Projosasmito, tokoh yang juga menjabat sebagai direktur utama PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

BRMS sendiri merupakan induk usaha PT Citra Palu Minerals (CPM), pemegang kontrak karya pertambangan emas seluas 85.180 hektare yang mencakup Kota Palu, Donggala, Tolitoli, Parigi Moutong, Sigi, dan Luwu Utara.

Bagi Jatam Sulteng, keterlibatan seorang petinggi perusahaan berskala nasional menambah kompleksitas dalam perkara pertambangan nikel di Bualemo.

Taufik mengakui sejak awal sudah menduga ada pemodal besar di balik penguasaan konsesi-konsesi tambang di kawasan kaki Gunung Tompotika.

Baca juga  Tim SAR Evakuasi 20 Korban Kapal Tenggelam di Luwuk Banggai

“Kami tidak kaget. Ketika konsesi-konsesi besar muncul di wilayah yang seharusnya dilindungi, biasanya memang ada pemodal yang punya akses dan jejaring kuat,” ujar Taufik.

Menurutnya, kehadiran pemodal raksasa berpotensi memunculkan konflik kepentingan, seperti memengaruhi proses perizinan, pengawasan, hingga kebijakan di tingkat daerah maupun pusat.

Relasi pengusaha dan penguasa bisa membuat kebijakan menjadi longgar, pengawasan melemah, dan suara penolakan warga seringkali diabaikan.

“Ketika kepentingan bisnis bertemu dengan kekuasaan, yang paling rentan adalah masyarakat dan lingkungan. Namun, apapun itu, negara tak boleh kalah,” ungkapnya.

Taufik menambahkan, keberanian pemerintah daerah untuk bersikap tegas akan menjadi penentu apakah kawasan Tompotika masih bisa diselamatkan atau justru semakin tergerus oleh ekspansi tambang.

Baca juga  Setumpuk Masalah di Balik PETI Poboya Jadi Bom Waktu Bagi Kota Palu

Jatam Sulteng bersama warga akan terus mengawal isu ini. Sebab, kata Taufik, sekali kerusakan terjadi di hulu, dampaknya akan dirasakan jauh ke hilir, mulai dari krisis air, ancaman banjir, hingga hilangnya mata pencaharian warga.

“Masyarakat di Desa Sampaka sebagian besar hidup dari hasil pertanian. Ini ujian keberanian bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten. Berani tidak mereka merekomendasikan agar izin-izin yang berpotensi merusak ditinjau ulang?” tutur Taufik.

(Red)

Share :

Baca Juga

5 hektare lahan perkebunan di Desa Ondo-Ondolu Banggai terendam banjir, Rabu (10/7/2024)/Ist

Banggai

5 Hektare Lahan Perkebunan di Desa Ondo-Ondolu Banggai Terendam Banjir
Ahmad Ali saat berkampanye di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Kamis malam (17/10/2024)/Ist

Banggai

Ahmad Ali Janji Muluskan Jalan di Sulteng Jika Jadi Gubernur
Ilustrasi penembakan/Ist

Banggai

Niat Lerai Keributan di Banggai, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan Kenai Warga
Dua personel Polres Banggai ikut mengawal pendistribusian logistik Pilkada 2024 di wilayah pedalaman, Minggu (24/11/2024)/Ist

Banggai

Bawa Logistik Pilkada ke Pedalaman Banggai, Petugas Jalan Kaki Lewati Gunung dan Sungai
Ahmad Ali menjenguk Wagub Sulteng, Ma'mun Amir di sela kunjungannga ke Banggai, Kamis (11/7/2024)/Ist

Banggai

Di Sela Kunjungan ke Banggai, Ahmad Ali Jenguk Wagub Sulteng Ma’mun Amir
FKUB Sulteng/Ist

Banggai

FKUB Sulteng Imbau Jaga Kedamaian Jelang PSU di Banggai dan Parigi Moutong
Andi, Baladewa Banggai saat menyaksikan konser BERAMAL yang dimeriahkan Dewa 19 di Luwuk, Senin malam (16/9/2024)/hariansulteng

Banggai

Ahmad Ali Datangkan Dewa 19 Perdana Manggung di Luwuk, Baladewa Banggai: The Next Gubernur
Ketua Koalisi BerAmal Banggai ajak warga Desa Bantayan menangkan Ahmad Ali di Pilgub Sulteng, Minggu (20/10/2024)/Ist

Banggai

Ketua Koalisi BerAmal Banggai Ajak Warga Desa Bantayan Menangkan Ahmad Ali di Pilgub Sulteng