HARIANSULTENG.COM, PALU – Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (FKM Untad), Prof Rosmala angkat bicara terkait ucapan “provokator” yang ia lontarkan kepada jurnalis Radar Sulteng.
Rosmala menyebut sikap, tindakan, maupun kata-kata yang terucap saat kejadian merupakan reaksi spontan dan refleks dalam kondisi kaget.
Ia mengaku terkejut ketika seseorang mendekat secara tiba-tiba dan langsung menyodorkan ponsel ke arah wajahnya untuk melakukan wawancara.
“Dalam situasi yang serba mendadak tersebut, muncul rasa kaget, takut, dan tidak aman secara personal, apalagi saya perempuan,” ujarnya dalam jumpa pers, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Rosmala, kalimat-kalimat yang keluar saat itu semata-mata dorongan alami untuk mengamankan diri karena merasa terdesak dan dihakimi.
Ia menegaskan bahwa reaksi tersebut bukan tindakan yang disengaja untuk merendahkan profesi jurnalis.
“Seandainya wartawan datang secara profesional, memperlihatkan kartu wartawan, dan menjaga hak privasinya, dirinya akan menerima dengan terbuka dan kekeluargaan,” ungkap Rosmala.
Rosmala juga menyebut sudah bertemu dengan wartawan terkait beserta pengacaranya. “Disepakati hanya klarifikasi APD dan sudah selesai,” ucapnya.
(Red)














