HARIANSULTENG.COM, PALU – Himpunan Pengusaha Korps Alumni HMI Sulawesi Tengah (HIPKA Sulteng) menyatakan kesiapan penuh jika dipercaya menjadi tuan rumah rapat kerja nasional (rakernas).
Momentum ini dinilai strategis bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebagai panggung menyuarakan ketimpangan peran pengusaha lokal di tengah masifnya investasi di Bumi Tadulako.
Ketua HIPKA Sulteng, Ambo Dalle menyatakan pihaknya punya pengalaman dalam menyelenggarakan acara berskala nasional.
Musyawarah Nasional (Munas) KAHMI di Palu empat tahun lalu menjadi bukti bahwa infrastruktur dan sumber daya manusia di daerahnya sangat akomodatif.
“Kami sudah teruji saat Munas KAHMI, acara berjalan sukses. Sehingga secara teknis dan akomodasi, Sulteng sangat siap,” ujar Ambo saat ditemui usai acara bukber HIPKA Sulteng, Minggu (1/2/2026).
Sebagai pemimpin organisasi dengan kepengurusan baru, Ambo kembali menyinggung keresahan yang sempat ia lontarkan saat pelantikannya.
Sulteng selama ini menjadi salah satu daerah penyumbang devisa terbesar buat negara lewat proyek strategis nasional (PSN).
Namun satu sisi, ia menyayangkan posisi pengusaha daerah yang sering kali hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Keterlibatan pengusaha lokal dalam unit-unit usaha besar masih sangat minim. Padahal, menurut Ambo, pengusaha muda dan profesional di Sulteng memiliki daya saing yang tidak kalah dengan pemain luar.
“Sulteng ini kaya, tapi pengusaha lokalnya seolah kurang dilibatkan. Kami punya SDM mumpuni dan siap bersaing. Beri kami ruang!” tegas pria yang menjabat wakil ketua DPRD Sulteng itu.
Rakernas HIPKA diperkirakan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh pengusaha nasional yang banyak menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan maupun di pucuk pimpinan perusahaan besar.
Kehadiran mereka di Sulteng diharapkan menjadi jembatan advokasi untuk menciptakan kemandirian ekonomi daerah.
Melalui forum tersebut, HIPKA Sulteng berencana mendorong adanya regulasi atau kebijakan yang lebih berpihak pada kemitraan antara investor besar dengan pengusaha lokal.
”Kehadiran para senior dan pengurus HIPKA se-Indonesia adalah peluang untuk melobi kebijakan di tingkat pusat. Kita ingin kemandirian daerah tercipta jika ada sinergi, bukan sekadar janji. Ini misi utama kami jika rakernas digelar di sini,” pungkas Ambo.
(Red)














