Home / Palu

Selasa, 15 November 2022 - 19:37 WIB

‘Kenyang Makan’ Janji Politik, Penyintas di Huntara Jalan Asam Palu Ancam Golput di Pemilu 2024

80 KK masih mendiami huntara di Jalan Asam III, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (15/11/2022)/hariansulteng

80 KK masih mendiami huntara di Jalan Asam III, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (15/11/2022)/hariansulteng

HARIANSULTENG.COM, PALU – Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) masih bertahan di hunian sementara (huntara) di Jalan Asam III, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Mayoritas penyintas ini tidak memiliki sertifikat rumah karena sebelumnya hanya kontrak saat bencana gempa dan tsunami 2018.

Sementara, sertifikat rumah termasuk syarat utama untuk mendapatkan hunian tetap (huntap) dari pemerintah.

“Di sini masih ada 80 KK dan memang tidak punya sertifikat karena hanya kontrak. Sebagian penyintas yang punya sertifikat sudah pindah ke huntap,” kata seorang penyintas, Suniati Pasere saat ditemui, Selasa (15/11/2022).

Suniati selama ini kerap menjadi perwakilan penyintas di daerahnya dalam pertemuan antar sesama korban bencana di Kota Palu.

Baca juga  Ketua DPC Gerindra Palu Siap Maju Pilwali, Usung 2 Kader Lulusan Luar Negeri di Pileg 2024

Wanita berusia 47 tahun itu juga menjadi koordinator khususnya mengenai data identitas penyintas Huntara Jalan Asam.

Penghuni Huntara Jalan Asam berasal dari berbagai daerah terdampak seperti Kelurahan Lere dan Balaroa.

Mereka sebelumnya dijanjikan oleh pemerintah hunian lebih layak di wilayah Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi.

“Penyintas yang sudah lama di sini dijanjikan semacam rumah di Doda. Tapi sampai sekarang belum ada juga. Kami bayar sewa Rp 150 ribu per bulan, tapi kondisi huntara di sini sudah sangat tidak layak,” terang Suniati.

Ibu lima anak itu mengaku bosan dengan janji-janji politik seperti saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2020 silam.

Baca juga  Wali Kota Palu Sebut Organda Berperan Penting dalam Pembangunan Ekonomi

Saat masa kampanye, pasangan calon (paslon) kepala daerah meminta data jumlah penyintas untuk pemberian sembako.

Akan tetapi hingga terpilihnya paslon tersebut sebagai kepala daerah, sembako yang dijanjikan tak kunjung diberikan kepada penyintas.

Merasa ‘kenyang makan’ janji, para penyintas di Huntara Jalan Asam III mengancam tak memberikan suara atau golongan putih (golput) pada Pemilu 2024.

“Kami bukan lagi kenyang, tapi sudah muntah-muntah dengan janji. Apalagi ini sudah mau pemilihan lagi. Kalau tidak ada yang betul-betul amanah dan memerhatikan penyintas, kami golput, tidak ada yang memilih. Kami tidak lagi menerima janji-janji seperti yang sebelum-sebelumnya,” kata Suniati. (Sub)

Share :

Baca Juga

Kantor Bank Mayapada Cabang Palu di Jalan Wolter Monginsidi. (Foto: hariansulteng.com)

Palu

Babak Baru Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi yang Menyeret Bank Mayapada Cabang Palu

Donggala

PLN Besok Padamkan Listrik 4 Jam di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong
KPU Palu gelar konferensi pers terkait pelaksanaan debat ketiga Pilkada Kota Palu, Kamis (21/11/2024)/hariansulteng

Palu

Besok, KPU Gelar Debat Pamungkas Pilkada Kota Palu 2024
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menghadiri malam ramah tamah HUT ke-53 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) tingkat Kota Palu, Sabtu (30/11/2024)/Pemkot Palu

Palu

Hadiri Malam Ramah Tamah HUT KORPRI, Wali Kota Palu: Momen Evaluasi Diri
Bidhumas Polda Sulteng terima 8 mahasiswa magang dari Untad dan Unsrat/Ist

Palu

Bidhumas Polda Sulteng Terima 8 Mahasiswa Magang dari Untad dan Unsrat
Brimob Polda Sultent menerjunkan personel untuk membantu penanganan banjir di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Minggu (27/04/2025)/Ist

Palu

Brimob Polda Sulteng Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Banjir di Kabonena Palu
AJI Palu rekrut 23 anggota baru, Senin (16/5/2022)/Ist

Palu

Rekrut 23 Anggota Baru, Sekretaris AJI Palu: Jalankan Fungsi Kontrol Secara Bertanggung Jawab
700 penumpang dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara tiba di Pelabuhan Pantoloan pada arus balik Lebaran, Selasa (2/5/2023)/hariansulteng

Palu

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Pantoloan Dimulai Hari Ini, 700 Penumpang Tiba Gunakan KM Lambelu