Home / Palu

Kamis, 8 Mei 2025 - 07:57 WIB

PFI Palu Gelar Diskusi Foto Jurnalistik dalam Perspektif AI

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu bekerja sama dengan DOSS menggelar bincang santai bertema

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu bekerja sama dengan DOSS menggelar bincang santai bertema "Foto Jurnalistik dalam Perspektif AI: Kreativitas, Etika, dan Realita", Rabu (07/05/2025)/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALUPewarta Foto Indonesia (PFI) Palu bekerja sama dengan DOSS menggelar diskusi bertema “Foto Jurnalistik dalam Perspektif AI: Kreativitas, Etika, dan Realita”, Rabu (07/05/2025).

Diskusi yang berlangsung di salah satu warung kopi di Kota Palu itu dihadiri oleh para jurnalis, mahasiswa, dan komunitas fotografi dari berbagai latar belakang, yang antusias membahas pengaruh kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia foto jurnalistik.

Dewan Etik PFI Palu, Basri Marzuki (BMZ), membuka diskusi dengan pandangan bahwa meski AI semakin banyak digunakan dalam dunia fotografi, ia tidak dapat menggantikan nilai etis dan rasa kemanusiaan yang menjadi esensi dari foto jurnalistik.

Menurutnya, AI hanyalah alat yang membantu dalam menangkap, mengelola, dan memahami realitas, namun bukan pengganti nurani seorang jurnalis.

“AI mengubah cara kita menangkap momen, tapi tetap membutuhkan sentuhan manusia untuk memahami konteks dan makna di balik sebuah foto,” ujar Basri.

Baca juga  PPP Datangkan 'Banjir' Menuju DPRD Kota Palu

Bea Wiharta, eks fotografer Reuters, yang turut hadir sebagai narasumber, menambahkan bahwa meski AI mampu menghasilkan gambar yang luar biasa, ia tetap tidak bisa menggantikan insting dan kepekaan seorang fotografer.

Ia mencontohkan bagaimana foto seekor anak gajah Sumatera yang bermain air bersama induknya di sungai mampu menyentuh hati karena kehadiran langsung seorang fotografer yang memahami momen tersebut.

“AI adalah mesin yang tidak punya rasa. Saya juga menggunakan AI, tapi hanya untuk mencari data. Untuk memotret, saya tetap mengandalkan kamera dan insting saya,” kata Bea.

Bea menegaskan foto jurnalistik tidak akan pernah mati hanya karena munculnya AI, kecuali para fotografer sendiri yang ‘mematikannya’ dengan meninggalkan etika jurnalistik.

“Foto jurnalistik itu hidup karena ada konteks dan emosi yang tidak bisa dibuat oleh mesin. Selain itu, setiap foto jurnalistik harus memiliki caption yang akurat dan terkonfirmasi, sesuatu yang tidak bisa dihasilkan AI,” tegasnya.

Baca juga  Rektor Untad Terima Kunjungan Kapolresta Palu Bahas Keamanan Kampus

Salah satu peserta, Fery mengapresiasi kegiatan diskusi ini, mengingat tantangan munculnya AI memang sangat banyak tanda tanya.

Namun dengan dilaksanakan kegiatan ini terjawab bahwa AI hanya sebuah mesin. “AI diciptakan oleh manusia, sehingga AI tidak bisa menggantikan manusia, kalau yang dijelaskan tadi adalah rasanya,” ujarnya.

Diskusi ini diwarnai dengan sesi tanya jawab yang hangat. Para peserta, termasuk jurnalis muda dan fotografer pemula, berkesempatan bertanya langsung kepada para narasumber mengenai etika, tantangan, dan masa depan profesi fotografer di era digital.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat untuk terus berkarya meski di tengah gempuran teknologi.

“Dengan adanya diskusi seperti ini, PFI Palu berharap para pewarta foto tetap memahami nilai penting kepekaan manusia dalam menangkap momen, meski teknologi terus berkembang,”harap ketua PFI Palu, Moh Rifki.

(Red)

Share :

Baca Juga

Dita Pramesti asal Cianjur diserbu netizen Palu karena dikira pelaku bullying di Jembatan Flyover Pantoloan/Ist

Palu

Salah Server, Akun Wanita Asal Cianjur Ini Dibully Netizen Palu karena Nama Mirip Dita Pramesti
Kapolresta Palu, AKBP Bayu Indra Wiguno/Humas Polresta Palu

Palu

9 Bulan Menjabat, Kapolresta Palu AKBP Bayu Indra Wiguno Digeser ke Polda Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura (kanan) bersama Kapolda Irjen Rudy Sufahriadi (kiri)/Ist

Palu

Gubernur Hingga Kapolda Sulteng Bakal Hadiri Wisuda Universitas Tadulako Besok
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin/Instagram @kyai_marufamin

Nasional

Ma’ruf Amin Bakal Berziarah ke Makam Guru Tua Sambil Tinjau Huntap di Palu
Warga membakar alat berat di lokasi tambang Kelurahan Poboya, Kota Palu, Minggu (18/9/2022)/Ist

Palu

Rusuh di Tambang Poboya Palu, Massa Rusak Kantor Perusahaan dan Bakar Alat Berat
Nur Sangadji (kanan) saat diduga mendapat intimidasi dari Prof Muhammad Basir Cyio (kiri)/Ist

Palu

Diduga Intimidasi Dosen Nur Sangadji, Ketua Senat Untad Basir Cyio Dilaporkan ke Polisi
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menerima kunjungan komunitas Rumah Merah Putih Difabel Berkarya di ruang kerjanya, Selasa (1/7/2025). (Foto: Pemkot Palu)

Advertorial

Hadianto Tawari Difabel Ruang Usaha di Kompleks Kantor Wali Kota Palu
Ilustrasi Wisuda Universitas Tadulako angkatan 107-108 beberapa waktu lalu

Palu

1.314 Mahasiswa Universitas Tadulako Ikuti Wisuda Offline Angkatan 111 Besok