Home / Sulteng

Senin, 2 Desember 2024 - 15:07 WIB

622.628 Warga Sulteng Tak Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2024, Terbanyak di Parigi Moutong

Ilustrasi/Bawaslu

Ilustrasi/Bawaslu

HARIANSULTENG.COM – Sebanyak 622.628 warga di Sulawesi Tengah (Sulteng) tak menggunakan hak pilih mereka dalam pelaksanaan Pilkada 2024.

Dari total 2.255.639 daftar pemilih tetap (DPT), angka ini menunjukkan tingkat partisipasi pemilih yang lebih rendah dibandingkan pemilu sebelumnya.

Sejumlah penyebab pun menuai sorotan, salah satunya terkait surat edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan nomor 2734/PL.02.6-SD/06/2024.

Melansir Gemasulawesi.com, surat yang diterbitkan hanya sehari sebelum pemungutan suara ini memberikan penjelasan mengenai ketentuan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

Namun, minimnya waktu sosialisasi membuat banyak warga Sulteng tidak memahami aturan baru tersebut sehingga tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat seorang lansia di salah satu TPS di Sulteng memprotes petugas karena tidak diizinkan memilih hanya karena tidak membawa KTP.

“Saya ini sudah lama tinggal di sini, masa kalian tidak kenal saya? Hanya karena persoalan tidak bawa KTP saya, tidak kalian izinkan memilih?” ucapnya dengan nada kecewa.

Masalah serupa juga dialami pemilih pemula. Minimnya sosialisasi aturan yang membolehkan penggunaan ijazah sebagai pengganti KTP membuat banyak dari mereka tidak mengetahui hal ini hingga hari pencoblosan.

Warga menyebutkan bahwa informasi tentang aturan baru ini baru diumumkan pada 27 November 2024, sekitar pukul 12 siang WITA, kurang dari 24 jam sebelum pemungutan suara.

Baca juga  3 Daerah di Sulawesi Termasuk Sulteng Diguncang Gempa Sejak Kemarin Hingga Dini Hari

Sejumlah TPS juga memperlihatkan suasana yang sepi sejak pagi hingga pendaftaran ditutup pada pukul 13.00 Wita

Bahkan, banyak TPS melaporkan adanya sisa kertas suara yang jumlahnya hampir mencapai setengah dari total pemilih yang terdaftar.

Salah satu sorotan utama adalah minimnya euforia dari pemilih muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z.

Apatisme dari kelompok usia produktif ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka dalam proses demokrasi kali ini.

“Sejak TPS dibuka, tidak banyak pemilih yang datang, terutama dari kalangan muda. Padahal saat Pilpres dan Pileg, suasana begitu meriah, dengan banyak pemuda yang terlihat aktif menggunakan hak pilihnya,” ujar salah seorang petugas TPS di Kota Palu.

Penurunan partisipasi ini memunculkan berbagai spekulasi. Beberapa pihak menilai kurangnya kampanye yang inovatif dan menyentuh hati pemilih muda menjadi salah satu penyebab utama.

Fenomena banyaknya warga Sulawesi Tengah tidak bisa memilih, diduga merupakan grand scenario dari pihak tertentu.

Tim Relawan BerAmal, Hengky Idrus menduga adanya skenario besar yang membuat masifnya warga yang tidak bisa memilih.

“Kami menduga ada sebuah skenario besar yang membuat adanya gerakan tidak memilih,” kata Hengky Idrus, Senin (2/12/2024).

Baca juga  Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri Target Ciptakan 10 Ribu Wirausaha Baru

Fenomena ini tidak hanya menjadi catatan bagi penyelenggara pilkada, tetapi juga mencerminkan tantangan demokrasi di Sulawesi Tengah.

Partisipasi yang rendah dapat memengaruhi legitimasi hasil pilkada dan berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang terbentuk.

Dengan sisa kertas suara yang signifikan di banyak TPS, isu ini menjadi sinyal penting untuk segera dievaluasi oleh KPU, pemerintah, dan para kandidat.

“Ini adalah momen refleksi. Demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang memastikan bahwa setiap suara memiliki arti dan dapat memberikan dampak,” ujar Revi, seorang aktivis pemuda.

Data Partisipasi Pemilih di Sulawesi Tengah Berdasarkan rekapitulasi real count BSPN PDI Perjuangan dengan data C.Hasil-KWK/C hasil Plano, tercatat 622.628 warga yang tidak menggunakan hak pilih mereka.

Berikut rincian warga yang tidak memilih di 12 kabupaten dan 1 kota:

1. Banggai: 59.851

2. Poso: 55.269

3. Donggala: 61.688

4. Tolitoli: 51.114

5. Buol: 21.299

6. Morowali: 29.337

7. Banggai Kepulauan: 12.279

8. Parigi Moutong: 105.365

9. Tojo Una-Una: 27.176

10. Sigi: 53.092

11. Banggai Laut: 7.118

12. Morowali Utara: 36.411

13. Kota Palu: 102.629

Dari data itu, hanya tiga kabupaten-Buol, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut-yang mencapai tingkat partisipasi pemilih hingga 80 persen.

(Red)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi hujan disertai petir/Ist

Sulteng

Peringatan Dini Cuaca di Sulteng Besok Potensi Hujan Lebat, BMKG: 5 Kabupaten Status Siaga
HIPKA Sulteng menggelar buka puasa bersama, Minggu (1/3/2026). (Foto: Istimewa)

Palu

HIPKA Sulteng Perkuat Silaturahmi Lewat Bukber Usai Pengukuhan Pengurus Baru
Ustaz Abdul Somad (UAS) meresmikan pendirian Masjid Ummu Ratna Sa'diyah pada Minggu (25/8/2024)/Ist

Palu

UAS Resmikan Pembangunan Masjid Ummu Ratna Sa’diyah, Ahmad Ali: Jadi Pusat Ibadah dan Kajian
Azman Asgar/Ist

Sulteng

Partai PRIMA Dukung Gubernur Sulteng Tolak Perpanjangan Kontrak PT Vale
Wakapolda Sulteng, Brigjen Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf memimpin rapat koordinasi jelang pengamanan Natal dan tahun baru 2025, Kamis (19/12/2024)/Ist

Palu

Amankan Nataru di Sulteng, TNI-Polri Kerahkan 2.464 Personel untuk Operasi Lilin 2024
Ahmad Ali/Ist

Sulteng

Unggul di Survei Pilgub Sulteng, Ahmad Ali Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat
Kota Palu menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Forkkom Bappeda se-Sulawesi Tengah (Sulteng) ke-XX/hariansulteng

Palu

Digelar hingga 1 Februari, Pengunjung Forkkom Bappeda di Lapangan Vatulemo Capai 2.400 Orang
Ilusrasi penganiayaan/Ist

Palu

Tiga Mahasiswa Teknik Untad Diduga Dianiaya Senior, Korban Lapor Polisi