Home / Palu

Sabtu, 1 Januari 2022 - 00:05 WIB

Lantik 10 Pejabat Baru Untad, Prof Mahfudz Ungkap Cerita Lucu Sebelum Jadi Rektor

Rektor Untad, Prof Mahfudz melantik 10 pejabat baru, Jumat (31/12/2021)/hariansulteng

Rektor Untad, Prof Mahfudz melantik 10 pejabat baru, Jumat (31/12/2021)/hariansulteng

HARIANSULTENG.COM, PALU – Rektor Prof Mahfudz melantik 10 pejabat baru di lingkungan Universitas Tadulako (Untad), Jumat (31/12/2021).

Pejabat baru yang dilantik seperti dekan fakultas kehutanan, direktur pascasarjana, sekretaris dewan pertimbangan dan ketua komisi etik.

Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Rektorat Untad Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Bagi Mahfudz, mutasi jabatan merupakan hal biasa termasuk di Universitas Tadulako.

10 pejabat baru di lingkungan Universitas Tadulako resmi dilantik, Jumat (31/12/2021)/hariansulteng

10 pejabat baru di lingkungan Universitas Tadulako resmi dilantik, Jumat (31/12/2021)/hariansulteng

Guru besar Fakultas Pertanian Untad itu pun buka-bukaan mengenai cerita lucu dirinya sebelum menjadi rektor.

Mahfudz sebelumnya menjabat sebagai Pembantu Dekan (PD) II Fakultas Pertanian Untad di bawah kepemimpinan Prof Muhammad Basir Cyio.

Sehingga ia menjadi salah pendukung ketika Basir mencalonkankan diri sebagai Rektor Untad periode 2011-2015.

Baca juga  Dekan Fahutan Untad Pastikan Sanksi Hukum dan Akademik bagi Mahasiswa Pelaku Tawuran

“Ketika beliau (Basir, red) terpilih dan dilantik sebagai rektor, orang-orang di sekeliling mengatakan ‘pasti pak Mahfudz jadi Pembantu Rektor II’, ujar Mahfudz.

Awalnya Mahfudz merasa akan dipilih Basir untuk menduduki posisi sebagai Pembantu Rektor II.

Hal itu lantaran ia pernah mendampingi Basir di fakultas pertanian dan menjadi pendukung saat pemilihan rektor.

Akan tetapi, Basir Cyio lebih menjatuhkan pilihan kepada Prof Syahrir sebagai Pembantu Rektor II.

“Tentu saya merasa akan dipilih, tetapi kenyatannya bukan. Jika ibarat saya ini gadis cantik bersama Prof Syahrir, tentu saya percaya diri akan dilamar,” kelakar Mahfudz.

Uniknya, saat itu Basir justru menyuruh Mahfudz untuk menjemput Syahrir di rumahnya di Jl Otista, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

“Bayangkan orang yang sama-sama ingin dilamar, saya malah disuruh jemput Prof Syahrir. Sakitnya di mana kira-kira itu,” kata Mahfudz diikuti gelak tawa para tamu undangan.

Baca juga  Wakapolda Sulteng Ingatkan Mahasiswa Baru soal Pentingnya Kesadaran Hukum

“Tetapi saya sabar, bersyukur menjadi PD II. Alhamdulillah sudah berubah dari motor peko-peko jadi mobil Avanza,” tuturnya menambahkan.

Mahfudz menceritakan, Basir memiliki alasan tersendiri mengapa tidak memilihnya menjadi Pembantu Rektor II.

Ketika Basir terpilih sebagai rektor untuk kedua kalinya, barulah Mahfudz menjabat sebagai Pembantu Rektor II atau saat ini dikenal dengan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan.

Sebaiknya, Mahfudz menganggap dirinya mungkin tidak bakal menjadi rektor andai kala itu ia dipilih sebagai Pembantu Rektor II.

“Beliau tidak memilih saya karena punya rencana strategis. Alhamdulillah saya dipilih di periode kedua beliau. Hikmahnya, kemungkinan saya tidak bisa menjadi rektor andai saat itu mengambil jabatan Pembantu Rektor II,” ungkapnya. (Agr)

Share :

Baca Juga

Kemunculan buaya di tepi Sungai Palu saat malam hari jadi tontonan warga, Senin (20/12/2021)/Ist

Palu

Kemunculan Buaya di Tepi Sungai Palu saat Malam Hari Jadi Tontonan Warga
Asrama Polres Palu terbakar di Jl Teratai, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Rabu (29/12/2021) malam/Ist

Palu

Asrama Polres Palu Terbakar, 4 Unit Mobil Pemadam dan 25 Personel Dikerahkan
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tingkat Kota Palu, Jumat (10/11/2023)/Pemkot Palu

Palu

Wali Kota Palu Wajibkan Pemutaran Lagu Indonesia Raya Setiap Hari Jam 10 Pagi
Pengukuhan Koalisi Partai BerAmal Kota Palu, Senin (14/10/2024)/Ist

Palu

Resmi Dikukuhkan, Rico AT Djanggola Jabat Ketua Koalisi Partai BerAmal Kota Palu
Ketua AMSI Sulteng, Muhammad Iqbal/Ist

Palu

Kecam Aksi Begal Payudara di Hutan Kota, AMSI Sulteng Desak Polisi dan Pemkot Palu Bertindak
Tim SAR gabungan menemukan jasad bocah yang tenggelam di Pantai Talise, Jumat (21/1/2022) siang/Ist

Palu

Bocah Tenggelam di Pantai Talise Ditemukan Meninggal Dunia di Kedalaman 6 Meter
Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palu, Imran Lataha menghadiri rapat paripurna bersama DPRD Kota Palu, Selasa (07/01/2025)/Pemkot Palu

Palu

Asisten Setda Kota Palu Hadiri Rapat Paripurna Bersama DPRD
Polresta Palu buat sketsa TKP kasus dugaan pelecehan santriwati di bawah umur/hariansulteng

Palu

Datangi TKP, Sat Reskrim Polresta Palu Buat Sketsa Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati