Home / Palu

Senin, 20 Desember 2021 - 16:22 WIB

Diduga Intimidasi Dosen Nur Sangadji, Ketua Senat Untad Basir Cyio Dilaporkan ke Polisi

Nur Sangadji (kanan) saat diduga mendapat intimidasi dari Prof Muhammad Basir Cyio (kiri)/Ist

Nur Sangadji (kanan) saat diduga mendapat intimidasi dari Prof Muhammad Basir Cyio (kiri)/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Ketua Senat Universitas Tadulako (Untad), Prof Muhammad Basir Cyio dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan intimidasi.

Kasus ini dilaporkan Dosen Fakultas Pertanian Untad sekaligus Wakil Sekretaris Kelompok Peduli Kampus (KPK), Nur Sangadji.

Nur mengatakan, Prof Basir melakukan dugaan intimidasi dan kekerasan terhadapnya tepat di momen wisuda Untad, Rabu (15/12/2021) lalu.

“Saya datang karena di undang oleh yang bersangkutan untuk menghadiri acara wisuda. Kebiasaan kami itu kumpul dulu di rektorat sebelum bersama-sama ke tempat penyelenggaraan,” kata Nur Sangadji.

Saat tengah duduk bersama sejumlah dosen, Nur berpapasan dengan Prof Basir yang kebetulan lewat.

Baca juga  Kapolda Sulteng Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan Milik Polri di Palu

Prof Basir sempat menyapa Nur kemudian menuju ke ruangan lain di gedung rektorat.

Tak berselang lama, Prof Basir kembali menghampiri Nur dan langsung menekan tangan dan bahu sembari melontarkan sejumlah pertanyaan padanya.

Kepada Nur, Guru Besar Fakultas Pertanian Untad itu menanyakan perihal sosok penulis di media tentang jurnal predatory dan plagiasi.

“Siapa yang menulis itu? Saya bilang bukan saya. Terus siapa, sambil terus menekan saya. Dia terus mendesak, saya coba berdiri tapi posisinya tidak bisa bergerak. Jadi ini sudah masuk wilayah privasi yang diganggu,” ujar Nur Sangadji menceritakan kejadian saat itu, Senin (20/12/2021).

Baca juga  Istri Prajurit Yonif 711/Raksatama Peringati HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-77

Di tengah obrolan itu, Nur Sangadji menyebut penulis artikel tersebut adalah Muhammad Nasrum.

Nasrum merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad sekaligus anggota KPK lainnya.

“Pak Nasrum memang ahli dalam hal pelacakan jurnal dan kami punya buktinya lengkap. Saat saya menyebutkan itu, dia (Prof Basir, red) seperti kaget dalam artian salah tingkah kali ya seperti begitu,” ungkap Nur.

Tak terima atas perlakuan Prof Basir Cyio, Nur Sangadji melayangkan laporan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Sulteng belum memberikan keterangan terkait laporan tersebut. (Agr)

Share :

Baca Juga

Tumpukan sampah di Jalan Tanjung Karang pasca Kota Palu diguyur hujan deras sejak Senin (20/12/2021) sore hingga malam hari/Ist

Palu

Usai Hujan Deras, Sampah Berserakan di Jalan Tanjung Karang Kota Palu
Keluarga Mughni didampingi LBH Sulteng membuat laporan polisi ke Polda Sulteng dirangkaikan dengan aksi demonstrasi, Rabu (31/1/2024)/hariansulteng

Palu

Didemo Warga, Polda Sulteng Terima Laporan Dugaan Remaja Tewas Dianiaya Usai Ditangkap
Puluhan massa dari Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Touna menggelar aksi demo menolak Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT), Kamis (30/5/2024)/Ist

Palu

Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Touna Gelar Aksi Tolak Taman Nasional Kepulauan Togean
Pemkot Palu dan Milenium Waterpark teken kerja sama/Pemkot Palu

Palu

Pemkot Palu-Milenium Waterpark Jalin Kerja Sama, Beri Diskon Tiket Masuk untuk Anak-anak
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid melakukan pelantikan lima kepala dinas yang baru

Palu

Hadianto Rotasi 5 Kepala Dinas, Romi Sandi Agung Gantikan Hajar Modjo
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menyambut kedatangan peserta program Mudik Gratis tahun 2025, Minggu (23/03/2025)/Pemkot Palu

Palu

Wawali Palu Sambut Kedatangan Peserta Mudik Gratis di Terminal Tipo
741 Mahasiswa dan Mahasiswi UIN Datokarama Palu Jalani Wisuda di Jodjokodi Convention Center

Palu

741 Mahasiswa dan Mahasiswi UIN Datokarama Palu Jalani Wisuda di Jodjokodi Convention Center
Seorang pria berinsial RN (29) menjadi korban penganiayaan di lokasi pertambangan emas Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sabtu malam (26/04/2025)/Ist

Palu

Polisi Usut Kasus Penganiayaan Pria di Lokasi Tambang Poboya